Miris!! Puluhan Pegawai Honorer, Cleaning Service dan Penjaga Malam Dikbud Aceh Tenggara 6 Bulan Tidak Gajian

Aceh Tenggara | silet-news.com ~~ Kurang lebih 30 orang pegawai honorer, 4 orang petugas Cleaning Service dan 2 orang petugas Penjaga Malam di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tenggara yang di pimpin oleh H.Julkifli, S.Pd, M.Pd itu mengeluh karena sudah 6 bulan gaji mereka tidak dibayarkan dengan alasan yang tidak masuk diakal.Sunguh miris rasanya ketika mendengar informasi “Puluhan Pegawai Honorer, para petugas Cleaning Servis dan petugas Penjaga Malam sudah 6 bulan gaji mereka tidak dibayarkan, padahal gaji mereka tidak seberapa, tapi sangat dibutuhkan oleh keluarga mereka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.Menindaklanjuti informasi tersebut awak media SBN menghubungi Bendahara Pembayaran pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tenggara melalui sambungan telepon, Senin 20/11/2023, Malbud Prasidi, S.Pd menjelaskan, memang benar gaji para pegawai honorer, petugas Cleaning Service dan petugas Penjaga Malam sudah 6 bulan belum di bayarkan.Malbud Prasidi lebih lanjut menjelaskan, gaji mereka belum kita bayarkan karena Dana Rutin Dinas Pendidikan dan kebudayaan belum cair dari Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Aceh Tenggara. Karena dalam dua hari ini kita akan menyampaikan Surat Pertangung Jawaban dana rutin yang terdahulu.Setelah itu baru kita mengajukan Surat Permohonan Pencairan kepada Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Aceh Tenggara. Setelah pihak BPKD mencairkan dana rutin dinas pendidikan dan kebudayaan maka kita akan membayar gaji petugas jaga malam dan petugas Clening Servis, kata Bendahara Pembayaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tenggara. Insya Allah dalam akhir bulan ini sudah kita bayarkan, sebutnya.Ketika ditanya awak media ini berapa orang jumlah pegawai honorer di Dinas Pendidikan, Cleaning Service dan Penjaga Malam pada Dinas Pendidikan, Malbud Prasidi mengatakan, jumlah keseluruhannya ada di bagian umum bg yang langsung mengelola rutin kantor. Maaf ni bang masih sibuk bantu-bantu pesta. Diketahui pada hari Senin (20/11) anak Kadis Dikbud H.Julkifli, S.Pd, M.Pd sedang mengadakan pesta yang meriah pernikahan anaknya.Ditanya lagi, apa kendala dan penyebabnya sehingga sudah 6 bulan honor mereka tidak dibayarkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tenggara. Malbud Prasidi menjawab, tidak ada kendala bang, hanya terlambat aja. karena sistem aplikasi sekarang bang.Klening Service dikantor Dinas Pendidikan berjumlah 4 orang dan penjaga malam 2 orang serta puluhan pegawai honorer. Berapa gaji honor mereka perbulannya? Lupa bang, maaf bang lagi sibuk kali pemamanan ni bang, kilah Malbud.Koordinator Bidang Penindakan dan Gratifikasi pada Lembaga Pengawas Repormasi Indonesia (LPRI) Aceh, Yusuf. M. Teben melalui selulernya Senin 20/11/23 mengatakan, kejadian ini sangat miris kita mendengarnya, gaji pegawai honor, petugas Cleaning Service dan petugas penjaga malam gaji mereka tidak seberapa, namun bisa sampai 6 Bulan belum di bayarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tenggara H.Julkifli, S.Pd, M.Pd.Lebih lanjut Yusuf M Teben mengatakan, inilah salah satu bukti ketidak mampuan Kadis Dikbud H.Julkifli, S.Pd, M.Pd memimpin. Seorang pemimpin harus bisa mengambil kebijakan yang memihak kepada petugas kelas bawahan dikantornya. Semestinya Kadis Dikbud itu bisa mendahului uang lain untuk membayar gaji honor mereka tanpa harus menungu pencairan dana rutin Dinas, sebut Yusuf M Teben.Bila perlu uang pribadi Kadis Dikbud H.Julkifli yang mendahului gaji honor mereka. Semestinya Kadis itu mempunyai hati nurani, bagaimana mereka itu menghidupi keluarganya, jika gaji mereka selama 6 bulan belum dibayarkan kita bisa bayangkan bagaimana mereka itu menderitanya. Tapi ironisnya H.Julkifli dan istrinya malah memamerkan kemewahan dan emas yang banyak yang beraneka macam ragamnya di media sosial.Pj Bupati Aceh Tenggara Drs Syakir. M.Si. beberapa kali dikonfirmasi awak media terkait permasalahan di Didikbud itu, tapi Pj Bupati Syakir tidak menjawab. Semoga Pj Bupati Syakir tidak main mata dengan Kadis Dikbud itu. Setelah sempat viral pemberitaan miring Kadis Dikbud itu Pj Bupati Syakir segera merespon permasalahan di dunia pendidikan itu dan secepatnya menonaktifkan H.Julkifli dari jabatan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tenggara demi perbaikan kualitas pendidikan di daerah itu. Tapi Pj Bupati Syakir terlihat tidak bergeming dan menunjukan sikap apatis, padahal apa yang diberitakan selama ini sesuai dengan fakta, pungkas Yusuf M Teben mengakhiri. [Amri Sinulingga]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *